BANYUWANGI –Sebanyak 17 mahasiswa Program Pascasarjana Institut Agama Islam (IAI) Ibrahimy Genteng menghadapi ujian akhir berupa presentasi tesis dan artikel jurnal, pada Selasa (30/7/24), bertempat di ruang C8 dan C9 lantai dua, Ruang Pascasarjana. Kegiatan ini menjadi penentu kelulusan sekaligus pembukktian akhir dari proses akademik selama lebih dari dua tahun.

Pascasarjana IAI Ibrahimy selainkan menghadirkan dosen penguji internal juga menghadirkan penguji eksternal sebagai Upaya menjag objektivitas dan mutu ilmiah mahasiswa.
Sementara itu, Penguji eksternal dari Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, diantaranya:
- Prof. Dr. H. Babun Suharto S.E., M.M, Guru Besar UIN KHAS Jember
- Dr. Erma Fatmawati S.Ag., M.Pd.I, Dosen UIN KHAS Jember
Suasana sidang terasa kental sejak pagi. Mahasiswa datang dengan penuh persiapan, membawa berkas lengkap hasil penelitiannya. Satu per satu dari mereka dipanggil untuk memaparkan isi tesis di hadapan penguji yang terdiri dari dosen pembimbing, penguji internal, dan eksternal.
Peserta selain mempresentasikan tesis, juga diwajibkan mempresentasikan artikel ilmiah yang merupakan adaptasi dari hasil risetnya.
Direktur Pascasarjana IAI Ibrahimy, Dr. H. Kholilur Rahman, M.Pd., menyampaikan bahwa ujian ini tidak hanya menilai kelayakan karya tulis ilmiah, tetapi juga diperuntukkan mahasiswa Pascasarjana untuk berlatih sehingga terbiasa dengan dunia publikasi akademik.
“Kami ingin lulusan kami tak hanya tamat secara administratif, tapi juga siap menymbangkan ide dan gagasan ke jurnal-jurnal ilmiah,” tegasnya.
“Kami ingin setiap tesis takk berhenti di rak kampuk. Harus naik kelas menjad artikel yang dibaca dengan cakupan publik akademik yang lebih luas” imbuhnya.
Ujian tesis ini menjadi penutup dari proses panjang yang dimulai sejak proposal penelitian, bimbingan secara intensif, seminar hasil, hingga revisi akhir. Namun bagi mahasiswa, hal ini bukanlah menjadi akhir dari segala uruan. Justru Langkah awal untuk menapaki dunia akademik dengan kontribusi yang lebih luas.
Sumber: HUMAS IAI Ibrahimy.
