SAMBUT MAHASISWA BARU, PASCASARJANA UNIIB GELAR ORIENTASI DAN STUDIUM GENERALE

BANYUWANGI – Program Pascasarjana Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) menyelenggarakan kegiatan Orientasi dan Studium Generale bagi mahasiswa baru Magister. Kegiatan ini terbagi dalam dua rangkaian acara, yaitu sesi orientasi dan studium generale. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu (19/9/2026) di Auditorium KHR. As’ad Syamsul Arifin.

Dr. H. Kholilur Rahman M.Pd.I., Direktur Pascasarjana dalam forum.

Rangkaian pertama diawali dengan sesi orientasi yang dibuka dengan pengantar dari Direktur Pascasarjana UNIIB. Dalam sambutannya, Dr. H. Kholilur Rahman M.Pd.I., Direktur Pascasarjana menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru.

“Selamat datang di Pascasarjana UNIIB. Kami merasa bangga dan berbahagia bisa berkumpul dengan saudara sekalian,” ujarnya dengan hangat.

Pada kesempatan itu, Direktur Pascasarjana juga menjelaskan mengenai ketentuan tugas akhir bagi mahasiswa. Ia menegaskan bahwa tugas akhir mahasiswa harus berupa jurnal, di mana tesis yang disusun kemudian direproduksi menjadi artikel dengan standar minimal terindeks SINTA 3. Sebagai alternatif, tesis tersebut juga dapat dijadikan buku ber-ISBN.

Usai sesi pembukaan, kegiatan orientasi dilanjutkan dengan pertemuan bersama masing-masing Ketua Program Studi (Kaprodi). Dalam sesi ini, para mahasiswa baru diberikan penjelasan lebih rinci mengenai keprodian, termasuk gambaran umum kurikulum dan arah akademik program studi yang mereka tempuh.

Prof. Dr. H. Khusnuridlo, M.Pd., Guru Besar UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, sebagai narasumber dalam Studium Generale Pascasarjana UNIIB.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Studium Generale yang berlangsung secara seremonial. Studium Generale kali ini menghadirkan Prof. Dr. H. Khusnuridlo, M.Pd., Guru Besar UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, sebagai narasumber. Dalam paparannya, Prof. Khusnuridlo mengangkat tema seputar kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan tantangannya bagi masa depan keilmuan Islam.

Ia menyampaikan bahwa tantangan utama di era AI bukan terletak pada teknologinya, melainkan pada sikap manusia dalam menghadapinya.

“Tantangan AI saat ini, jangan menjadi korban, tapi jadilah pengendali,” tegasnya.

Pesan tersebut menjadi penekanan penting bagi para mahasiswa baru agar mampu bersikap kritis dan adaptif, sehingga dapat memanfaatkan kecerdasan buatan sebagai alat bantu keilmuan, bukan sebaliknya justru tergantung dan terbawa arus olehnya.

Yayasan, Pascasarjana dan Dosen Pascasarjana UNIIB Foto Bareng Mahasiswa Magister dalam Studium Generale.

Kegiatan ini diharapkan dapat membekali mahasiswa baru dengan wawasan akademik sekaligus memperkuat pemahaman mereka terhadap arah pengembangan keilmuan di lingkungan Pascasarjana UNIIB.

Gulir ke atas