SELEKSI TAHAP II BEASISWA LPPD DIGELAR: DARI 25 PESERTA, 15 BAKAL TERIMA BEASISWA S2

BANYUWANGI – Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) menyelenggarakan Seleksi Tahap II Ujian Kitab Kuning dan Hafalan Al-Qur’an yang diikuti 25 peserta pada, Sabtu (8/8/2026), bertempat di Auditorium KHR. As’ad Syamsul Arifin, UNIIB. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian seleksi Program Beasiswa Magister (S2) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Pemerintah Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 yang diselenggarakan melalui Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD) Provinsi Jawa Timur.

Dari 25 peserta tersebut, nantinya akan ditetapkan 15 peserta sebagai penerima Beasiswa Magister PTKI Pemerintah Provinsi Jawa Timur Tahun 2026.

Proses seleksi ini melibatkan tim resmi dari LPPD Provinsi Jawa Timur, yang terdiri atas Dr. KH. Masykuri, M.Pd. sebagai penguji, Lutfi Darwis Arifudin, S.E. sebagai pemantau, dan Winarni, S.H. sebagai pendamping. Kegiatan juga turut dihadiri oleh jajaran pengurus Yayasan serta pimpinan UNIIB. Sebelum pelaksanaan seleksi dimulai, seluruh peserta terlebih dahulu memperoleh pengantar dari Rektor UNIIB serta pengarahan teknis dari pihak LPPD Provinsi Jawa Timur.

Rektor UNIIB, Dr. H. Lukman Hakim, S.Ag., M.H.I., menyampaikan bahwa UNIIB telah mengirimkan 25 peserta untuk mengikuti seleksi tahap II dengan kualifikasi utama kemampuan membaca kitab kuning. Rektor menegaskan bahwa proses seleksi dilaksanakan secara murni dan objektif tanpa intervensi maupun rekomendasi khusus dari pihak manapun.

“Ini murni dan fair. Selama layak, maka peserta yang mumpuni akan lolos,” tegasnya.

Terkait keputusan akhir kelulusan, Rektor menyerahkan sepenuhnya kepada hasil penilaian penguji. Sebagai bentuk komitmen terhadap pengembangan sumber daya manusia di lingkungan pesantren, beliau juga menyampaikan bahwa peserta yang tidak lolos pada tahap seleksi ini akan tetap memperoleh kebijakan dari UNIIB, yakni keringanan biaya pendidikan berupa potongan Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar 50 persen. Rektor menutup sambutannya dengan menyampaikan harapan,

“Semoga berjalan baik dan lancar,” pungkasnya.

Dr. KH. Masykuri, M.Pd., selaku penguji dalam kesempatan tersebut menjelaskan adanya perubahan mekanisme penetapan kelulusan dibandingkan dengan sistem yang berlaku sebelumnya. Apabila pada periode sebelumnya hasil seleksi dapat diumumkan secara langsung usai pelaksanaan ujian, pada penyelenggaraan kali ini penetapan kelulusan mensyaratkan proses verifikasi dan penandatanganan oleh penguji terlebih dahulu.

Penguji menyampaikan bahwa aspek penilaian utama dalam seleksi tahap II ini adalah kemampuan peserta membaca kitab kuning Fathul Muin.

“Salah satu pertimbangan yang paling utama adalah seleksi pada hari ini, yakni kemampuan membaca kitab kuning Fathul Muin,” ujarnya.

Beliau juga menyampaikan keyakinannya bahwa para peserta telah memiliki pengalaman dan kemampuan membaca kitab yang memadai, sehingga proses ujian lebih diarahkan pada observasi langsung terhadap kemampuan tersebut tanpa perlu menimbulkan ketegangan berlebihan bagi peserta.

“Saya yakin para peserta sudah pernah ngaji. Maka, di sini saya ingin mendengarkan, bagaimana cara membaca kitab Fathul Muin. Tidak perlu terlalu serius, karena tentunya semua sudah bisa membaca,” tuturnya dalam pengarahan.

Salah satu peserta seleksi, Fairuzzaj MuhammaD, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas kesempatan yang diperolehnya untuk mengikuti seleksi hingga tahap kedua. Ia menyatakan harapannya agar dapat memperoleh kesempatan menerima beasiswa dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur,

“Alhamdulillah tentunya, excited dan bersyukur sekali saya bisa menempuh ujian sampai tahap dua. Dengan harapan tentunya dapat diberikan kesempatan mendapat beasiswa dari gubernur. Terimakasih kepada gubernur telah menyediakan program bagi kami untuk dapat menempuh jenjang pendidikan secara gratis. Terimakasih juga untuk UNIIB telah menyediakan fasilitas dan upaya untuk memberikan kami kesempatan menempuh Pendidikan,” Ujarnya saat diwawancarai.

Direktur Pascasarjana UNIIB dalam pernyataannya menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui LPPD atas kepercayaan yang diberikan kepada UNIIB untuk berpartisipasi dalam mewujudkan amanat konstitusi.

“Kita, khususnya Pascasarjana UNIIB, yang pertama berterima kasih khususnya kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur lewat lembaga LPPD yang diberi wewenang telah memberikan peluang kepada Ibrahimy untuk ikut serta mensukseskan amanah UUD 1945, yaitu ikut serta mencerdaskan kehidupan anak bangsa,” ujarnya.

“Kedua, saya tentu harus berterima kasih kepada camaba yang minatnya cukup responsif di tengah-tengah kehidupan hari ini yang berorientasi duniawi, tapi masih banyak generasi anak bangsa yang masih mau menekuni kitab kuning,” imbuhnya.

Beliau juga berharap para peserta yang dinyatakan lolos berdasarkan hasil seleksi ini dapat memanfaatkan beasiswa dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur tersebut dengan sebaik-baiknya, serta tetap menjaga kesungguhan dalam menjalani studi hingga dapat menyelesaikannya tepat waktu.

“Saya berharap, teman-teman yang diterima berdasarkan hasil seleksi ini betul-betul bisa memanfaatkan beasiswa Pemprov Jatim dengan segala aspek sebaik mungkin. Saya juga berharap mereka tetap selalu serius, bisa selesai tepat waktu,” ungkapnya.

Pewarta: Damayanti dan Sholeh Muria.

Gulir ke atas