BANYUWANGI – Program Pascasarjana Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga mutu akademik melalui pelaksanaan ujian tesis yang melibatkan penguji eksternal lintas perguruan tinggi. Sebanyak 15 mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) mengikuti ujian tesis yang digelar pada, Sabtu (11/7/2026), sebagai tahapan akhir dalam menyelesaikan studi magister.
Pelaksanaan ujian dibagi ke dalam tiga meja sidang, masing-masing diikuti oleh lima mahasiswa. Sidang berlangsung secara paralel di Ruang A2, D3, dan D6, sehingga proses akademik berjalan efektif tanpa mengurangi kualitas evaluasi terhadap setiap penelitian yang dipresentasikan.
Pelaksanaan ujian tesis kali ini menghadirkan tiga akademisi dari institusi berbeda sebagai penguji eksternal, yakni:
- Prof. Dr. H. Abu Yazid, M.A., LL.M., penguji eksternal dari Universitas Ibrahimy Situbondo
- Dr. Suheri, M.Pd.I., penguji eksternal dari Universitas At-Taqwa Bondowoso,
- Dr. Miftahus Salam, M.Pd., penguji eskternal dari Universitas At-Taqwa Bondowoso.



Kehadiran penguji lintas kampus mencerminkan semangat kolaborasi antarperguruan tinggi dalam membangun budaya akademik yang lebih terbuka, objektif, dan berorientasi pada kualitas.
Melalui keterlibatan akademisi dari luar institusi, mahasiswa memperoleh ruang diskusi yang lebih luas. Masukan yang diberikan tidak hanya berfokus pada substansi penelitian, tetapi juga pada penguatan metodologi, novelty, serta relevansi hasil penelitian terhadap pengembangan ilmu Pendidikan Agama Islam dan kebutuhan masyarakat.



Abd. Hamid, mahasiswa Pascasarjana selaku salah satu peserta ujian tesis, mengaku kehadiran penguji eksternal menjadi pengalaman akademik yang berbeda dibandingkan proses evaluasi yang biasa ditemui selama perkuliahan,
“Awalnya saya merasa sangat gugup, namun pertanyaan kritis dari dewan penguji justru membuka wawasan baru dan membuka sudut pandang saya lebih jauh dan luas,” ungkapnya.
Menurutnya, proses tersebut menjadi pengalaman akademik yang sangat berharga.
“Menghadapi dosen yang setiap hari kita temui saja sudah cukup menegangkan, apalagi ketika berhadapan dengan penguji eksternal lintas kampus. Rasanya seperti maju ke medan laga tanpa tahu senjata apa yang akan dihadapi. Tegang? Pasti. Tapi, momen itu juga yang memaksa saya untuk melangkah keluar dari zona nyaman, meyakinkan beliau bahwa penilitian yang saya teliti ini bukan sekadar teori di atas kertas, tapi sebuah praktik nyata yang punya jiwa,” terangnya saat dalam wawancara.



Usai menyelesaikan ujian tesis, Abd. Hamid berharap ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan magister dapat terus dikembangkan melalui penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat.
“Alhamdulillah, saya bersyukur dapat melalui proses ini dengan baik. Harapan saya, hasil penelitian ini tidak berhenti sebagai lembaran tesis ini, tetapi dapat menjadi referensi, memberikan manfaat bagi dunia pendidikan, dan menjadi awal untuk terus mengembangkan keilmuan di jenjang berikutnya,” tuturnya.
Pelibatan penguji eksternal lintas perguruan tinggi dalam ujian tesis menjadi salah satu wujud komitmen Program Pascasarjana Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi dalam membangun ekosistem akademik yang kolaboratif. Melalui sinergi dengan akademisi dari berbagai institusi, proses evaluasi penelitian diharapkan semakin berkualitas, objektif, serta mampu melahirkan lulusan magister yang memiliki daya saing, integritas akademik, dan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan.
Pewarta: Annisa Damayanti
