PERKUAT MUTU KURIKULUM OBE, PASCASARJANA HADIRKAN PAKAR UIN KHAS JEMBER

BANYUWANGI – Dalam upaya meningkatkan relevansi dan mutu penyelenggaraan pendidikan pascasarjana, Program Pascasarjana Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) sebagai bagian dari proses penyusunan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE). Kegiatan ini berlangsung pada, Senin (6/7/2026) bertempat di Kantor Pascasarjana UNIIB ini, dihadiri oleh sivitas akademik Pascasarjana UNIIB, pakar, hingga alumni.

Keterlibatan lintas unsur ini merupakan implementasi dari prinsip multi-stakeholder engagement yang lazim diterapkan dalam proses pengembangan kurikulum perguruan tinggi guna memastikan relevansi kurikulum dengan kebutuhan akademik dan kebutuhan dunia kerja. Kegiatan yang diselenggarakan secara tatap muka ini dirancang sebagai forum diskusi akademik yang bertujuan menghimpun masukan, melakukan evaluasi, serta merumuskan rekomendasi terhadap kurikulum yang berlaku saat ini.

Dari unsur pimpinan dan pengelola, forum ini dihadiri oleh Dr. H. Kholilur Rahman, M.Pd.I selaku Direktur Pascasarjana, Dr. Fathi Hidayah, M.Pd.I selaku Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam, serta Ahmad Faiz Al Fitri, SE yang mewakili unsur Tata Usaha Pascasarjana, juga Dosen Pascasarjana yang turut memberikan perspektif akademik dan pedagogis dalam proses evaluasi kurikulum.

Sebagai narasumber pakar, forum ini menghadirkan dua akademisi dari UIN KHAS Jember, yaitu Prof. Dr. Hj. Mukniah, M.Pd.I dan Dr. Hartono, M.Pd. Kehadiran pakar eksternal ini dimaksudkan untuk memberikan telaah kritis dan objektif terhadap struktur kurikulum yang sedang dikembangkan, sejalan dengan praktik penjaminan mutu akademik yang mensyaratkan adanya external validation dalam proses penyusunan kurikulum.

Selain unsur akademisi, forum ini juga menghadirkan M. Hafil Birbik, M.H sebagai representasi pengguna (user), Eny Susiani, M.Pd sebagai representasi alumni, serta mahasiswa aktif Pascasarjana. Keterlibatan ketiga unsur ini memperkuat dimensi outcome-based dari kurikulum yang disusun, karena umpan balik dari pengguna lulusan dan alumni dinilai krusial dalam mengukur kesesuaian capaian pembelajaran dengan kebutuhan riil di lapangan.

Melalui pelaksanaan FGD ini, Pascasarjana berharap dapat menghasilkan kurikulum yang berkualitas, selaras dengan standar pendidikan tinggi, serta mampu mencetak lulusan yang memiliki kompetensi akademik, profesional, dan karakter yang kuat. Hasil rekomendasi dari forum ini selanjutnya akan menjadi acuan dalam finalisasi kurikulum dan implementasinya pada setiap program studi di lingkungan Pascasarjana.

Pewarta: Annisa Damayanti

Editor: Muhammad Sholeh Muria

Gulir ke atas