YOGYAKARTA – Upaya mempercepat transformasi kelembagaan, Pascasarjana Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) melakukan Benchmarking ke Yogyakarta khususnya di Universitas Alma Ata. Kegiatan ini diikuti oleh tim pengelola Program Pascasarjana, Dosen UNIIB, serta 57 Mahasiswa Pascasarjana UNIIB. Kegiatan ini berlangsung pada, Kamis pagi (27/11/25) bertempat di Ruang Teather Universitas Alma Ata.
Benchmarking ini penting sebagai momentum bagi UNIIB untuk melihat langsung bagaimana Universitas Alma Ata membangun sistem penjamin mutu yang terintegrasi, memaksimalkan teknologi dalam layanan akademik, serta mengelola kolaborasi tridharma secara berkelanjutan.
Rombongan UNIIB disambut hangat oleh jajaran pimpinan Universitas Alma Ata. Selaras dengan sambutan Wakil Rektor I, Dr. Muh. Mustakim, M.Pd., menyampaikan selamat datang dengan hangat kepada rombongan Pascasarjana UNIIB.

Sebagai bentuk penguatan rasa kekeluargaan, ia menyampaikan permohonan doa dan dukungan bagi Universitas Alma Ata,
“Kami mohon doanya untuk kelancaran Universitas Alma Ata mengesahkan progran S2 Prodi Bahasa Arab”, ucap Dr. Mustakimn dalam sambutannya.

Dalam sambutannya, Direktur Pascasarjana UNIIB, Dr. H. Khoilur Rahman, M.Pd.I., menegaskan ketertarikannya melakukan benchmarking ke Universitas Alma Ata karena perkembangan institusinya terbukti sangat cepat. Dalam rentang 2006–2015 (9 tahun), Universitas Alma Ata berhasil membangun 5 fakultas, 18 prodi S1, dan 2 prodi S2. Sementara UNIIB dalam rentang 1984–2024 (20 tahun) memiliki 4 fakultas, 10 prodi S1, dan 1 prodi S2. Menurutnya, capaian tersebut menjadi alasan kuat bagi UNIIB untuk belajar langsung dan menyerap praktik terbaik Universitas Alma Ata sebagai bahan percepatan pengembangan institusi.
“Kami perlu merefleksikan diri kepada Universitas Alma Ata dengan perkembangannya” ucap Direktur yang kerap disapa Gus Lilur itu.
Kegiatan berlanjut dengan penandatanganan MoU dan Visiting Lecture serta Diskusi bersama Mahasiswa Pascasarjana Universitas Alma Ata.
Melalui kegiatan Benchmarking ini, UNIIB meneguhkan komitmennya untuk mengadopsi pendekatan pengelolaan yang lebih adaptif dan visioner, serta memperluas jejaring kerjasama antarlembaga.
Kegiatan ini juga diharapkan tidak hanya menghasilkan rekomendasi substansi bagi peningkatan mutu internal, tapi juga membuka babak baru perjalanan UNIIB dalam memperkokoh reputasi akademik di tingkat nasional maupun regional.
